Tampilkan postingan dengan label Berita Nabila Syakieb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nabila Syakieb. Tampilkan semua postingan

Kuda-kuda Nabila Syakieb Berharga Ratusan Juta

Panasnya sinar matahari tidak mengurangi minat Nabila Syakieb (25) menyaksikan Kejuaraan Dunia Berkuda World Jumping Challenge 2011 di Arthayasa Stable, Depok, Minggu (21/8/2011). Dengan berjaket biru, pemain sinetron ini setia mengikuti jalannya lomba lompat rintangan dari tepi arena.

”Aku hobi berkuda sejak kecil. Namun, aku baru serius berlatih berkuda sejak tujuh tahun lalu,” kata Nabila, yang terjun ke dunia hiburan sejak berumur 16 tahun.

Kecintaan Nabila akan kuda membuatnya menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli kuda. Kini Nabila memiliki tiga kuda yang dibeli dari hasil kerjanya. Dua kuda jenis warmblood dan satu lagi jenis thoroughbred. Kuda-kuda yang berharga Rp 500 juta sampai Rp 750 juta itu dia titipkan di Arthayasa Stable dan Trijaya Equestrian Centre.

Sayangnya, sebagian besar waktu Nabila tersita untuk shooting sinetron Anugerah sehingga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina ini hanya dapat menunggang kuda dua kali seminggu.

”Aku tidak bisa menjadi atlet berkuda karena tidak latihan dengan rutin dan sering. Jika melompati rintangan 100 sentimeter, aku masih berani. Tetapi kalau harus melompati 140 sentimeter, aku nyerah deh,” kata Nabila, yang sedang cuti dari kuliahnya.

sumber : Kuda-kuda Nabila Syakieb Berharga Ratusan Juta
read more “Kuda-kuda Nabila Syakieb Berharga Ratusan Juta”

Nabila Syakieb: Pergi Pagi, Pulang Dini Hari

Siapa yang tidak kenal Nabila Syakieb? Perempuan cantik kelahiran Bogor, 18 November 1985 ini saat ini disebut-sebut sebagai salah satu pemain sinetron terbaik. Wajah sulung dari tiga bersaudara pasahgan Syakieb Ali dan Huriah Nasir ini setiap hari muncui di layar kaca RCTI lewat sinetron berjudul Anugerah.

Sinetron Anugerah saat ini tercatat menjadi sinetron paling populer dan paling banyak ditonton. Dalam 3 minggu terakhir ini, menurut survei AGB Nielsen, sinetron produksi SinemArt ini selalu memuncaki perolehan rating. Melihattingginya animo masyarakat untuk menyaksikan sinetron ini, durasi sinetron yang tadinya 'hanya' 1,5 jam diperpanjang menjadi 2,5 jam.

Penambahan jam tayang atau durasi ini jelas merupakan sebuah pencapaian yang menarik. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa kerja keras dan pengorbanan para kru, sutradara, dan para pemain tidak sia-sia. Kerja ekstra mereka mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat. Asal tahu saja, dalam sehari mereka harus bisa menghasilkan dua episode.

Nabila juga ikut senang. Malah senang sekali. Perempuan cantik keturunan Arab ini, sama seperti para kru, merasa bahwa perjuangannya menghidupkan karakter tokoh Nabila tidak sia-sia. "Yang pasti, senang sekali kalau sinetron rating Anugerah bagus, Itu berarti sinetron ini diterima dengan baik oleh masyarakat luas," ungkapnya. Nabila pantas bahagia karena ia harus menguras banyak waktu, tenaga, dan pikirannya untuk bisa memberikan yang terbaik dalam sinetron ini. la harus bersungguh-sungguh dalam setiap potongan adegannya.

Kalau menangis, misalnya, ia harus benar-benar terlihat menangis dan bukan seolah-olah menangis. Seperti diketahui, selama ini Nabila lebih sering mendapatkan peran yang sama di banyak sinetron yang dimainkannya, yaitu gadis yang teraniaya dan selalu menangis. Alih-alih jenuh, Nabila malah menjadikannya sebagai tantangan untuk bisa memberikan yang terbaik.

Dalam sinetron yang disutradarai Erlanda Gunawan dan Gita Asmara ini, Nabila beradu akting dengan sejumlah

pemain seperti Dhini Aminarti sebagai Wulan, Samuel sebagai Fandy, Sheila Marcia sebagai Mawar, Giovanni Tobing sebagai Bima, dan pemain senior El Manik sebagai Arif. Scene-nya sangat banyak. Itulah mengapa hampir setiap hari ia berada di lokasi syuting.

Ketika beradu akting dengan Samuel Zylgwyn pada pekan pertama, katanya, ia sempat merasa kesulitan. la merasa kikuk. Itu karena sebelumnya ia belum pernah bermain satu frame dengan Samuel. Juga belum saling mengenal. "Pertama kali syuting, masih kaku. Chemestry-nya belum dapat," ujarnya.

Untuk mengatasi kekakuan itu, ia punya trik. la selalu ngobrol dengan Samuel setiap kali jedah syuting. Dari obrolan itu ia tahu bagaiman memancing Samuel supaya bisa berakting natural dengannya.

Sementara dengan pemain lainnya, Nabila tidak menemukan kendala karena sudah kenal atau pernah main bersama dalam sinetron sebelumnya. Atmosfer yang nyaman inilah yang membuat Nabila bisa berakting maksimal hingga seperti yang dilihat di layar kaca.

Tidak Persis Sama.

Perempuan berhidung mancung yang aktif dalam olahraga basket dan kegiatan Paskibra semasa di duduk di bangku SMU ini sebetulnya sempat ragu ketika memutuskan untuk terjun ke dunia layar kaca. Namun, setelah memikirkan matang-matang, ia berani melangkah, sehingga akhirnya sukses seperti sekarang ini.

"Banyak tawaran yang datang waktu itu. Salah satunya sinetron Cinta SMU. Aku baca sinopsisnya. Kok ceritanya bagus dan remaja banget. Akhirnya aku coba dan ternyata aku bisa enjoy di sinetron," kenangnya. Waktu itu ia masih berusia 16 tahun. la semakin dikenal sejak bermain dalam sinetron Anakku Bukan Anakku.

Seperti yang sudah disinggung, Nabila lebih banyak mendapatkan peran yang hampir sama. Lihat saja perannya sebagai Kasih dalam sinetron Kasih, Nabila dalam Cinta dan Anugerah, dan Nabila dalam Anugerah. Jika diperhatikan baik-baik, dalam ketiga sinetron ini Nabil seringkali muncul sebagai perempuan yang selalu meneteskan air mata, selalu menjadi korban.

Namun, Nabila berhasil membuat perbedaan dalam ketiga sinetron itu. "Memang semua sinetron yang saya perankan tidak jauh dari kesedihan dan hujan air mata. Namun, saya sebisa mungkin membedakannya. Jangan sampai masyarakat tidak bisa membedakan saat saya main di Kasih, Cinta dan Anugerah, dan Anugerah," timpalnya.

Untuk membedakan tokoh Nabila dalam sinetron Anugerah dengan sinetron sebelumnya, Nabila sengaja membiarkan rambutnya terurai panjang. "Perbedaan lainnya bisa dilihat dari bahasa tubuhnya. Setiap karakter harus ada penjiwaan agar dapat memperoleh hasil yang baik," sambungnya.

Pulang Dini Hari.

Meski sudah beberapa kali main sinetron yang syutingnya kejar tayang, Nabila masih saja terkaget-kaget pada ritme kerjanya. Di sinetron ini, Nabila harus sudah tiba di lokasi syuting tepatpukul 10.00 WIB Selesai syuting di tim l, ia langsung bergegas ke tim 2 untuk syuting lagi. Tak ada waktu untuk berleha-leha. Biasanya ia baru pulang dini hari. "Kalau syuting, biasanya hingga larut malam. Kelar syuting dengan tim lain, langsung syuting lagi dengan tim lainnya lagi," ungkapnya.

Sekalipun lelah dan kadang-kadang jenuh karena setiap hari berada di lokasi syuting, Nabila tetap professional, la berusaha menjalani hari-harinya dengan sepenuh hati karena dengan cara itulah ia membuat banyak orang senang. "Sesekali pasti ada canda tawa di antara kami. Lumayan bisa mengurangi otot-otot yang tegang. Wajar saja, sinetron ini kan tayangnya 2—3 jam. Jadi, kami harus ekstra kerja keras," terangnya.

Karena padatnya jadwal syuting sinetron, kuliahnya di Universitas Paramadina terhenti. "Asyik bekerja jadi ada saja godaan saat untuk kuliah lagi. Tapi saya tetap berkeinginan untuk menyelesaikan kuliah saya. Biar bagaimanapun pendidikan itu penting," kata wanita yang pernah menjadi lawan main Ashraf Sinclair itu.

(GENIE, Edisi 50, 1-7 Juli 2010)
read more “Nabila Syakieb: Pergi Pagi, Pulang Dini Hari”

Sejak Kecil Nabila Syakieb Kerap Tunggangi Kuda

Kuda bagi artis Nabila Syakieb bukan hewan yang asing lagi. Pasalnya binatang berkaki empat yang mempunyai tenaga disamakan dengan kekuatan kendaraan ini, sudah akrab sejak kecil. Sehingga tak heran bila kuda menjadi tunggangannya sampai sekarang. Begitu akunya, melalui rilis yang dibagikan di FX Plasa, Jakarta, Minggu (29/5).



"Fisik kuda yang tinggi tak menjadi halangan bagi saya untuk menaiki. Bahkan belakangan saya lebih suka kuda serasi sebagai pengisi waktu di sela kesibukan syuting. Saya saat ini masih memilih menunggang kuda serasi," ujarnya.

Diakui menunggangi kuda serasi pada awalnya sulit. Namun dengan latihan yang terus menerus dan mengenal lebih jauh kuda yang ditunggangi, bagi cewek kelahiran 1985 ini menyukai olahraga kuda serasi menjadi menyenangkan.

"Meski memang menunggang kuda serasi itu ya enggak gampang juga. Kita sebagai penunggang mesti kenal betul dengan kuda yang kita naiki. Kuda itu kan hewan, punya perasaan juga, kadang malas atau tidak mood. Nah, kita harus tahu sifat mereka," ucapnya lagi.

Sayang, pengakuan Nabila terasa kurang lengkap. Sebab saat delapan atlet kuda nasional dan 10 anggota kavaleri berkuda Mabes Polri berkonvoi dari FX Plasa menuju Senayan lalu kembali lagi ke FX Plasa, Nabila berhalangan hadir. Padahal kegiatan tersebut merupakan sosialisasi kegiatan Pazia Equestrian Grandprix yang diadakan pada 2 hingga 5 Juni mendatang di Athayasa Satbeles and Country Club, Limo, Cinere, Depok.
read more “Sejak Kecil Nabila Syakieb Kerap Tunggangi Kuda”

Nabila Syakieb dan Ali Syakieb, Tabloid Wanita Indonesia Cover

Finalis GADIS Sampul 1999, Nabila Syakieb muncul bersama adiknya, Ali Syakieb di tabloid Wanita Indonesia cover. Dua sinetron (Anugerah dan Pesantren & Rock n Roll) mereka memang sedang menghiasi layar kaca sekarang.

Nabila Syakieb dan Ali Syakieb, Tabloid Wanita Indonesia Cover
read more “Nabila Syakieb dan Ali Syakieb, Tabloid Wanita Indonesia Cover”

Nabila Syakieb, Dalam Sehari Dicium Puluhan Kali

Nabila Syakieb sering mendapat peran yang sama di banyak sinetron yang dimainkannya, yaitu gadis yang teraniaya, dan selalu menangis. Alih-alih jenuh, Nabila malah menjadikannya sebagai satu tantangan.

Nabila ingin membuktikan dirinya bisa memainkan peran yang hampir sama namun gestur dan penokohan setiap peran yang dimainkan berbeda-beda. Bandingkan saja, saat Nabila Syakieb memerankan tokoh Kasih di sinetron Kasih,

Nabila Syakieb

Nabila di Cinta dan Anugerah atau Nabila di Anugerah ini. Masing-masing tokoh yang diperankannya memiliki ciri khas yang berbeda. Itu berarti, Nabila sukses membangun karakter di setiap sinetron yang dia perankan.

“Memang semua sinetron yang saya perankan tidak jauh dari kesedihan dan hujan air mata, namun saya sebisa mungkin membedakannya. Jangan sampai masyarakat tidak bisa membedakan saat saya main di Kasih, Cinta dan Anugerah, dan Anugerah,” ulas Nabila Syakieb.

Untuk membedakan tokoh Nabila di sinetron Anugerah dengan sinetron sebelumnya, Nabila sengaja membiarkan rambutnya terurai panjang.

“Perbedaan lainnya bisa dilihat dari bahasa tubuhnya,” ucap kakak pesinetron Ali Syakieb ini.

Tantangan lain memerankan tokoh Nabila di sinetron ini, saat harus beradu akting dengan Samuel. Di minggu pertama syuting, Nabila kikuk saat harus akting bareng Samuel. Maklum, Nabila tidak kenal dan belum pernah main sinetron bareng Samuel.

“Pertama kali syuting masih kaku, chemestry-nya belum dapat,” ujarnya.

Untuk mencairkan suasana kaku itu, Nabila sering ngobrol bareng dengan Samuel. Dari obrolan itu Nabila tahu cara memancing akting natural Samuel.

Dengan pemain lainnya, Nabila tidak menemukan kendala karena sudah kenal atau pernah main bareng di sinetron sebelumnya. Atmosfer yang nyaman inilah membuat Nabila bisa berakting maksimal.

Jika ada sebagian pemain yang ribet beradu akting dengan anak kecil, Nabila malah sebaliknya. Dia sangat menikmati saat beradu akting dengan anak kecil seperti Suhel yang berperan sebagai Anugerah. Dengan sabar dan telaten, Nabila membimbing Suhel. Bahkan di sela-sela syuting, Nabila masih terlihat bercanda dengan Suhel. Pemain cilik lainnya juga mendapat perlakuan yang sama.

“Saya ini sangat suka anak kecil. Kalau keluarga besar ngumpul pasti saya main dengan anak-anak. Makanya saat saya syuting dengan anak-anak sangat natural, sepertinya saya tengah bermain dengan anak-anak saja,” ucapnya.

Di lokasi syuting Nabila sering bercanda dengan anak-anak. Tak jarang dengan gemes Nabila mencium pipi anak-anak.

“Mereka itu lucu, tapi baru kali ini saya menemui anak seperti Suhel. Dia itu tidak hanya lucu tapi juga cerdas dan dewasa banget,” ucap Nabila yang gemar berkuda ini.

Nabila yang hangat membuat Suhel nyaman berada di dekat Nabila. Saking dekatnya, dalam sehari Suhel bisa mencium Nabila puluhan kali.

Meski sudah beberapa kali main sinetron stripping, pemilik 3 ekor kuda ini tetap saja masih suka terkaget-kaget dengan ritme kerjanya.

Di sinetron ini, Nabila harus datang di lokasi syuting tepat jam 10 pagi dan biasanya baru pulang dini hari. Tidak ada waktu untuk berleha-leha, selesai syuting dari tim 1, Nabila langsung bergegas ke tim 2 untuk syuting. Selepas itu tim tiga langsung menjemput Nabila untuk menyelesaikan scene di tim mereka. Belum selesai syuting di tim 3, tim 4 sudah menunggu Nabila.

“Maklum, sinetron ini kan tayangnya 2 hingga 3 jam, jadi kami harus ekstra kerja keras,” ucapnya.

Saking padatnya jadwal syuting sinetron stripping, Nabila harus rela berhenti kuliah. Kini dia tengah mengumpulkan semangat untuk kembali kuliah lagi.

“Asyik bekerja jadi ada saja godaan saat untuk kuliah lagi,” ucap Nabila yang menilai kekuatan Anugerah terletak pada ceritanya. Pemain menjadi salah satu kekuatan sinetron ini.

source : Nabila Syakieb, Dalam Sehari Dicium Puluhan Kali
read more “Nabila Syakieb, Dalam Sehari Dicium Puluhan Kali”

Canda Tawa di Sela Syuting Sinetron "Anugerah"

Sinetron Anugerah saat ini menjadi sinetron paling populer dan paling banyak ditonton. Dalam 3 minggu terakhir sinetron produksi SinemArt ini selalu memuncaki perolehan rating yang dikeluarkan AGB Nielsen.

Dengan alasan bisnis pula jam tayang sinetron yang didukung Nabila Syakieb, Samuel Zylgwyn, Giovanni L Tobing, Dhini Aminarti, Sheila Marcia, Anjasmara ini ditambah dari 1 1/2 jam menjadi 2 1/2 jam.

Alih-alih bosan, masyarakat malah makin menggandrungi sinetron ini. Banyak faktor yang membuat sinetron ini menuai sukses.

Sebagian orang terutama, penggemar berat Samuel Zilgwyn dan Nabila Syakieb, yang menamakan dirinya Sambila (Samuel-Nabila), menganggap kesuksesan Anugerah berkat akting apik Samuel dan Nabila.

Mereka memang berhasil membangun chemestry di Anugerah. Sambila bahkan berharap dan berdoa agar Samuel-Nabila terlibat cinta lokasi benaran.

“Mereka pasangan yang serasi,” tulis salah satu penggemar Sambila di jejaring sosial.

Sebagian lagi berpendapat, sukses Anugerah karena sinetron besutan Sanjeev Kumar ini menyuguhkan konflik yang berbeda dibanding sinetron lain.

Konflik di Anugerah lahir dari insiminasi yang gagal karena salah orang.  Dari sinilah lahir berbagai konflik yang dibumbui dengan kisah cinta Nabila-Fandy dan perebutan harta dan kekuasaan.

Sinetron ini tidak hanya mengandalkan drama saja, tapi juga adegan-adegan berbahaya yang membuat penonton menarik napas. Contohnya,  saat Anugerah masih bayi diletakkan di dalam boks dan digantung di bawah jembatan hingga akhirnya terjatuh ke sungai. Tentu emosi penonton larut melihat adegan itu.

“Sinetron ini tidak hanya mengandalkan drama, tapi juga aksi yang menegangkan. Kami menampilkan aksi menegangkan untuk menciptakan sesuatu yang romantis. Ternyata, semua itu disukai penonton,” ucap Boby Herlambang, salah satu Co Sutradara Anugerah.

Ucapan senada juga disampaikan beberapa pemain, yang sepakat bahwa sukses sinetron ini karena alur ceritanya bagus dan konfliknya beragam.

“Insiminasi itu masih menjadi isu yang menarik karena masih jarang di Indonesia. Cerita yang bagus itu makin sempurna dengan didukung karakter yang kuat. Kekuatan sinetron ini makin kuat karena didukung pemain dan kru yang solid,” ucap Nabila.

Penambahan jam tayang Anugerah membuat pemain dan kru harus kerja ekstra keras. Dalam sehari mereka harus bisa menghasilkan dua episode.

Saking ketatnya jadwal syuting, sebagian besar permintaan wawancara untuk sinetron ini ditolak. Bintang beruntung, meski hanya diberi sedikit waktu untuk wawancara dan melakukan sesi pemotretan.

“Bukannya kami sombong, jadwal syuting pemain sangat padat. Mereka tidak punya waktu untuk istirahat,” ujar Timbul, pimpinan produksi Anugerah.

Ucapan Timbul bukan mengada-ada, dengan target 2 episode dalam sehari, mereka bak dikejar anjing gila dalam bekerja. Contohnya, Nabila, usai take dengan tim 1, harus bergegas ke tim 2 untuk syuting, setelah itu lanjut ke tim 3.

Saat Nabila masih syuting di tim 3, tim 4 sudah menunggu. Begitu seterusnya. Saking padatnya jadwal syuting Dhini Aminarti (28) yang tengah menempuh pendidikan S-2 harus cuti kuliah.

“Ini konsekunsi dari keputusan yang saya ambil,” ucap Dhini.

Nasib Samuel Zilgwyn lebih tragis lagi. Samuel ambruk di lokasi syuting dan harus dirawat di rumah sakit karena kelelahan.

“Gara-gara saya sakit jadwal syuting jadi berantakan. Kasihan juga pemain dan kru,” ucap Samuel.

Meski jadwal syuting padat, pemain dan kru sangat menikmati semua pekerjaan. Wajar jika pemain dan kru masih bisa bercanda di sela-sela syuting.

“Bisa mengurangi otot-otot yang tegang dan kembali segar,” ucap Nabila.

Nabila paling sering bercanda dengan Suhel, pemeran Anugerah. Nabila sering tertawa lepas saat bercanda dengan Suhel yang akrab disapa El ini.

“El itu lucu, dia itu cemburu dan marah kalau saya bermesraan dengan Samuel. Dia juga sering cium pipi saya, bahkan dalam sehari bisa puluhan kali mencium saya,” ucap Nabila.

Canda tawa juga mewarnai ruang istirahat pria. Giovanni tertawa lepas saat Dhini membalas ngerjain Samuel.
“Nabila pasti akan tertawa geli kalau tahu hal ini,” ucap Giovanni.

Tapi tawa perlahan hilang karena mereka harus syuting lagi. Namun, disela-sela syuting banyak rahasia dan kebiasaan beberapa pemain yang tak kalah lucunya.

Hanya dalam waktu 9 jam, Bintang menemukan 13 rahasia dan kebiasaan pemain Anugerah yang tidak ada di televisi.

source :  Canda Tawa di Sela Syuting Sinetron "Anugerah"
read more “Canda Tawa di Sela Syuting Sinetron "Anugerah"”